Sabtu, 15 Februari 2014
Sakitku kutahan demi keluarga
Oke broo,
sekarang gua post cerpen gua(lagi) ini cerpen gua bikin iseng-iseng aja sih gua
lupas terinspirasi dari siapa, oke lanjut di baca aja ya cerpenyya :)
Namaku Vio,
Nama panjangku Vioooo… Eh.. Salah! Nama panjangku Vio romalia. Aku duduk di
bangku kelas 5 SD. Aku mempunyai kakak yang bernama “Reggy octaviatul janah”,
dia duduk di bangku SMP. Aku juga mempunyai seorang adik angkat, dia bernama “Rafli
kahil ramani”. Dia duduk di bangku TK.
Sehari
sebelum bulan Ramadhan.. Vio, Reggy, dan Rafli mempersiapkan sesuatu yang biasa
mereka lakukan setiap sehari sebelum bulan puasa. Ya, mereka selalu
menggantungkan lampu-lampu kecil di depan rumahnya dan membuat lampion.
“Aku mau buat yang bentuk peri.. aah..” seru Kak Reggy
“Kaaak, kan aku mau buat yang peri.. Ihh kakak nih..” ucap Vio dengan muka kecut
“Kalau aku… mau buat yang, Mobil, ahhh..” seru Rafli
“Nggak tanya, Rafli…” Teriak Vio dan Kak Reggy berbarengan.
“Haha.. Kompak pisan ooeey..” Ucap Rafli sambil tertawa dan mengulurkan lidah kepada Vio dan Kak Reggy.
“Aku mau buat yang bentuk peri.. aah..” seru Kak Reggy
“Kaaak, kan aku mau buat yang peri.. Ihh kakak nih..” ucap Vio dengan muka kecut
“Kalau aku… mau buat yang, Mobil, ahhh..” seru Rafli
“Nggak tanya, Rafli…” Teriak Vio dan Kak Reggy berbarengan.
“Haha.. Kompak pisan ooeey..” Ucap Rafli sambil tertawa dan mengulurkan lidah kepada Vio dan Kak Reggy.
Sepenggal cerita anak BROKENHOME
Kali ini gua bakal post cerpen” yang udah gua buat selama ini, cerpen pertama gua ini terinspirasi dari temen gua langsung aja dibaca cerpennya.
teringat 16 tahun silam, seorang anak laki-laki kecil
dipaksa melihat adegan yang sungguh mengerikan, yah pertengkaran orang tuanya.
teringat di malam itu dia sedang asik bermain, sang ibu sedang menonton
televisi sedangkan sang ayah ntahlah dia tak ingat kemana ayahnya selama ini,
yang dia tau saat dia menanyakan keberadaan sang ayah sang ibu langsung
menyuruhnya pergi kerumah nenek dan bertemu sang ayah, sehingga bocah berumur 4
tahun itu tidak menganggap ada sesuatu yang serius antara kedua orang tuanya.
namun malam itu malam yang membuat traumatik bagi sang bocah, dia ingat malam
itu ayahnya mengedor pintu minta dibukakan, tiba2 sang ibu datang dan langsung
berteriak-teriak. saat itu dia tidak jelas mendengar apa yang diteriakkan,
karena dia senang ayahnya pulang namun tiba-tiba dia juga keherannan melihat
aksi yang dilakukan sang ibu. saat itu sang nenek yang membukakan pintu rumah,
jelas sekali bocah itu langsung berlari menyambut sang ayah, namun ayahnya
tidak langsung memeluknya dia menjawab apa yang sang ibu teriakkan, dan
akhirnya terjadlah pertengkaran itu. sang bocah 4 tahun itu dipaksa melihat
adegan yang sangat membuatnya bingung, sedih, dan bertanya-tanya. sambil
berlari dia memegang bola mengikuti alur sang ayah dan ibunya. dan saat itu dia
menangis ketika melihat sang ayah yang menghalangi sang ibu untuk menusukkan
gunting ke perutnya sendiri, bocah itu berteriak-teriak sampai ada seseorang
yang mengambilnya saat itu, terlambat memang bocah itu sudah terlanjur melihat
banyak adegan yang sangat terpetakan jelas di setiap hari-harinya. hari dimana
terus ingin bocah itu lupakan namun tidak bisa karena itu adalah adegan yang
benar2 pertama kali dirasakan olehnya.
Langganan:
Komentar (Atom)